Informan penelitian menurut sugiyono

Pb_user_/ October 2, 2012/ Informan penelitian menurut sugiyono/ comments

Jumpa lagi bersama admin Sumberpengertian. Pada kesempatan yang baik ini admin akan membagikan postingan seputar pengertian populasi dan sampel.

Yuk langsung saja mari kita simak ulasan berikut ini. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Wilayah tersebut terdiri dari makhluk hidup yang ada didalamnya. Manusia bisa digolongkan menjadi populasi karena manusia memiliki berbagai karakteristik, seperti gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain sebagainya. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.

Sampel dapat dilakukan apabila keadaan subyek di dalam populasi benar-benar homogen.

Allweiler pumps uae

Sampel yang akan diambil dari populasi tersebut harus benar-benar representatif atau dapat mewakili. Luasnya populasi memakan banyak waktu, biaya, dan tenaga.

informan penelitian menurut sugiyono

Oleh karena itu, penelitian sampel digunakan. Dalam penelitian sampel hanya menggunakan satu potongan kecil dari populasi. Hal ini mengakibatkan penghematan dalam menggunakan waktu, tenaga, dan biaya. Peneliti tidak perlu ragu untuk mengambil seberapa banyak sampel. Besar kecilnya sampel dalam ukuran penelitian itu tidak ditentukan oleh populasi, akan tetapi dinyatakan oleh dasar teori, mutu pelaksanaan, serta pengelolaannya.

Ada empat parameter yang dapat dianggap menentukan representativeness sampel. Representativeness sampel merupakan sampel yang benar-benar mencerminkan populasinya. Ke 4 parameter yang dapat dianggap menentukan representativeness sampel adalah sebagai berikut.

Dhl 400 pz/lotto traslucido trasparente cornici e articoli da

Artinya adalah peneiti harus menerima sebagaimana adanya, dan tidak bisa mengatur atau memanipulasinya. Makin besar sampel yang diambil maka semakin besar atau tinggi pula taraf representativeness sampel tersebut. Apabila populasinya homogen secara sempurna, besarnya sampel tidak mempengaruhi taraf representativeness sampel. Makin tinggi tingkat rambang dalam penentuan sampel maka makin tinggi pula tingkat representativeness sampel.

Makin lengkap ciri-ciri populasinya yang dimasukkan ke dalam sampel maka makin tinggi tingkat representativeness sampel. Dibawah ini merupakan pengertian populasi dan sampel menurut beberapa ahli.

Husaini Usman mengemukakan pengertian populasi.

Yamaha 2 stroke outboard lower unit oil capacity

Menurutnya, populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas.

Pengertian populasi menurut I. Netra adalah seluruh individu yang menjadi wilayah penelitian akan dikenai generalisasi. Populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjeek penelitian yang bisa berupa orang, benda atau suatu hal yang didalamnya bisa diperoleh dan atau bisa memberikan informasi data penelitian.

Nursalam berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang diteliti. Pengertian sampel menurut Notoatmojo adalah sebagian objek yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi.

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus. Sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara representative dapat mewakili populasinya.

Menurut Soekidjo, sampel adalah sebagian untuk diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Sudjana berpendapat bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Post a Comment Silahkan berkomentar jika masih ada yang kurang jelas atau jika hendak memberi saran dan kritik Admin: WA: Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan dua kegiatan yang terpadu erat.

Maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula. Terdapat berbagai jenis penelitian dalam ilmu pendidikan, dan berikut jenis-jenis penelitian pendidikan yang ada.

Subyek, Responden, Informan dan Partisipan

Baca juga Contoh dan cara membuat proposal penelitian. Menurut Penggunaannya. Jenis penelitian bila dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu:.

Penelitian Dasar atau Penelitian Murni. Artinya kegunaan hasil penelitian tidak segera dipakai, namun untuk waktu jangka panjang akan segera dipakai. Gay dalam Sugiyono, ; 9 menyatakan bahwa penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis.

Penelitian Terapan. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.

informan penelitian menurut sugiyono

Senada dengan pendapat tersebut, Gay dalam Sugiyono, ; 9 berpendapat bahwa penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Suriasumantri dalam Sugiyono, ;9 menyatakan bahwa penelitian terapan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Menurut Metodenya. Jenis penelitian dilihat pula dari segi metodenya sebagai berikut:. Penelitian Historis.

Penelitian historis atau penelitian sejarah adalah kegiatan penelitian yang difokuskan untuk menyelidiki, memahami, dan menjelaskan keadaan yang telah lalu. Tujuan penelitian historis adalah untuk merumuskan kesimpulan mengenai sebab-sebab, dampak, atau perkembangan dari kejadian yang telah lalu yang dapat dipergunakan untuk menjelaskan kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang akan datang.

Contohnya penelitian untuk mengetahui bagaimana perkembangan peradaban masyarakat tertentu, penelitian tentang mengapa suatu produk dimasa lalu menjadi andalan. Penelitian Survey. Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi. Senada dengan pendapat tersebut, prasetyo ;49 berpendapat bahwa penelitian survey umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam.

Jika sampel yang diambil adalah representatif maka generalisasinya kuat. Penelitian Ex Post Facto.Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan yang memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya bukan dari dunia yang seharusnya. Dalam arti umum penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.

Beberapa ahli juga berpendapat tentang pengertian dari kualitatif, antara lain:. Menurut Meleong, Menyebutkan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.

Menurut Saryono Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif. Dari pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandasan pada filsafat postpositivisme, yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek alamiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.

informan penelitian menurut sugiyono

Dalam metode penelitian kualitatif terdapat lima macam ciri utama, Metode penelitian kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pemahanan secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahn untuk penelitian generalisasi.

Penelitian kualitatif memiliki setting setting alami sebagai sumber data langsung dan penelitin kebidanan merupakan instrument utamnya. Penelitian kualitatif yang bersifat diskriptif merupakan data yang terkumpul dalam bentuk kata atau gambar bukan dalam bentuk angka. Penelitian kualitatif yang menekankan pada proses kerja. Penelitian kualitatif yang memberikan titik tekan pada makna dan fokus pada masalah kehidupan manusia. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif dimulai dari lapangan dan berdasarkan pada lingkungan alami bukan pada teori.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Skip to content. Baca Artikel Lainnya.Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek secara alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci Sugiyono, Beda nya dengan penelitian kuantitatif iyalah penelitian ini berdasarkan dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir pada sebuah teori. Menurut MoleongPenelitian kualitatif iyalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena pada apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskripsi pada bentuk kata — kata serta bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah ataupun dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Menurut SaryonoPenelitian kualitatif iyalah penelitian yang dipergunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau pun keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak bisa dijelaskan, diukur atau pun digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Menurut SugiyonoPenelitian kualitatif iyalah metode penelitian yang berlandaskan atas filsafat post positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi sebuah obyek yang alamiah, sebagai lawannya eksperimen dimana peneliti merupakan sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive ataupun snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi gabungananalisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Menurut Kriyantonotujuan penelitian kualitatif iyalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam — dalamnya dan dengan cara pengumpulan data yang sedalam — dalamnya pula, yang menunjuk pada pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Pada penelitian kualitatif, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang didapatkan, maka bisa juga diartikan bahwa semakin baik kualitas penelitian tersebut.

Maka dari segi besarnya responden atau objek penelitian, metode penelitian kualitatif memiliki objek yang lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, sebab lebih mengedepankan kedalaman data, dan bukan kuantitas data.

Penelitian jenis kualitatif bisa disebut juga penelitian naturalistik, metode fenomenologis, metode impresionistik, dan juga metode post positivistic. Ada karakteristik penelitian jenis ini ialah sebagai berikut ini Sujana dan Ibrahim, ; Suharsimi Arikunto, ; Moleong, ; Johnson,dan Kasiram, Sudarwan Danim dan Darwis, : 80 Prosedur pelaksanaan nya bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan, serta situasi dan kondisi di lapangan.

Tahapan tahapan penelitian kualittatif iyalah sebagai berikut:. Penelitian dengan pendekatan kualitatif bisa dibedakan menjadi lima tipe utama, yaitu: phenomenology, ethnography, case study research, grounded theory, dan historical research Johnson, : 8. Penelitian fenomenologi bisa dimulai dengan memperhatikan dan menelaah fokus fenomena yang akan diteliti, yang melihat berbagai aspek subjektif dari perilaku objek. Penggalian data tersebut bisa dilakukan dengan melakukan wawancara yang mendalam kepada objek atau informan didalam suatu penelitian, serta dengan melakukan observasi secara langsung mengenai bagaimana objek penelitian menginterpretasikan pengalamannya kepada orang lain.

Serta melihat bagaimana bentuk dan fungsi bahasa itu sendiri menjadi bagian dari kehidupan sebuah masyarakat.

Kristy ladawn forrester

Metode etnografi menginterpretasikan kelompok sosial, sistem yang berlaku dan peran yang dijalankan, lalu interaksi sosial yang terjadi pada suatu masyarakat. Metode etnografi biasanya digunakan untuk berfokus pada kegiatan atau pun ritual tertentu didalam masyarakat, bahasa, kepercayaan, cara-cara hidup dan lain sebagainya. Metode penelitian studi kasus meneliti pada kasus atau fenomena tertentu yang terdapat didalam masyarakat yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi.

Studi kasus dilakukan pada suatu kesatuan sistem yang bisa juga berupa suatu program, kegiatan, peristiwa, atau pun sekelompok individu yang ada pada keadaan atau kondisi — kondisi tertentu. Teori Kebijakan Menurut Para Ahli. Metode Teori Dasar merupakan penelitian yang dilakukan untuk menemukan suatu teori atau pun untuk menguatkan teori yang sudah ada dengan mengkaji prinsip prinsip serta kaidah dasar yang ada. Pengumpulan data metode teori dasar ini dapat dilakukan dengan observasi, studi lapangan, pembandingan antara kategori, fenomena, dan situasi berdasarkan berbagai penilaian, seperti kajian induktif, deduktif, dan verifikasi hingga datanya bersifat jenuh.

Penelitian metode historis merupakan penelitian yang memiliki fokus penelitian berupa peristiwa-peristiwa yang telah berlalu dan melakukan rekonstruksi masa lalu dengan sumber data atau saksi sejarah yang masih ada hingga pada saat ini.

Sumber data tersebut dapat diperoleh dari berbagai catatan sejarah, artefak, laporan verbal, atau pun saksi hidup yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran kesaksiannya.

Terima kasih. Pengertian Disosiatif. Pengertian Asosiatif. Pengertian Deskriptif. Skip to content.Pada kesempatan ini saya akan jelaskan secara mendalam tentang teori metode penelitian kualitatif, tujuan, jenis dan cara penelitiannya.

Metode Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci Sugiyono, Perbedaannya dengan penelitian kuantitatif adalah penelitian ini berangkat dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan sebuah teori.

Menurut Moleongpenelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

Baca juga: Metode Penelitian. Agar para pembaca memahami maknasesungguhnya dari bahasan kali ini, maka akan kita bahas sedikit tentang perbedaan penelitian kualitatif dengan kuantitatif. Perbedaan yang paling mendasar antara metode kualitatif dan kuantitatif adalah alur teori serta data. Di dalam penelitian kuantitatif, penelitian bermula dari teori yang dibuktikan dengan data lapangan.

Sebaliknya, di dalam metode kualitatif, penelitian berangkat dari data lapangan dan menggunakan teori yang sudah ada sebagai pendukung, kemudian hasilnya akan memunculkan teori dari data-data tersebut.

Zfs ashift 0

Menurut Williamsada 5 pandangan dasar perbedaan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kelima pendangan dasar perbedaan tersebut antara lain:. Baca juga: Penelitian Kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang didapatkan, maka bisa diartikan pula bahwa semakin baik kualitas penelitian tersebut.

Anggapan yang mendasari metode jenis kualitatif adalah bahwa kenyataan sebagai suatu yang berdimensi jamak, kesatuan, dan berubah-ubah Nana Sudjana dan Ibrahim, 7.

Oleh karena itu tidak mungkin dapat disusun rancangan penelitian yang terinci dan fixed sebelumnya. Rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian berlangsung. Penelitian jenis kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, metode fenomenologis, metode impresionistik, dan metode post positivistic. Adapun karakteristik penelitian jenis ini adalah sebagai berikut Sujana dan Ibrahim, ; Suharsimi Arikunto, ; Moleong, ; Johnson,dan Kasiram, Menggunakan pola berpikir induktif empiris — rasional atau bottom-up.

Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded theory, yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis seperti dalam metode kuantitatif. Atas dasar itu penelitian bersifat generating theory, sehingga teori yang dihasilkan berupa teori substansif.Setelah sebelumnya saya menjelaskan mengenai perumusan masalah, sekarang saya ingin sedikit membahas tinjuan pustaka literature review. Tulisan ini didasarkan pada pengalaman saya ketika menjadi dosen pembimbing penulisan skripsi mahasiswa.

Hampir semua mahasiswa bimbingan saya tidak tahu apa tujuan melakukan tinjauan pustaka. Berdasarkan pengalaman itulah saya merasa perlu juga sharing tentang tinjauan pustaka. Sekaran mendefinisikan literature review sebagai tahapan proses yang didalamnya terdiri dari identifikasi terhadap hasil kerja baik yang dipublikasikan maupun tidak dari berbagai sumber data sekunder, melakukan evaluasi terhadap hasil kerja tersebut dalam kaitannya dengan masalah, dan yang terakhir mendokumentasikan hasil.

Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan literature review mencakup tiga hal:. Untuk melakukan tinjauan pustaka dengan baik mahasiswa dituntut untuk banyak membaca. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah, tinjauan pustaka dilakukan untuk mencari informasi-informasi dan variabel-variabel yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan, untuk mencari solusi atau menjawa pertanyaan penelitian.

Oleh sebab itu, tinjauan pustaka tidak bisa dilakukan dengan asal caplok sana sini, apalagi copy-paste dari hasil karya orang lain, yang belum tentu relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka yang dituliskan di bab 2 tidak dapat berdiri sendiri, karena berkaitan dengan research question yang telah dituliskan di bab 1.

Perhatikan konsistensi logika antara research question dan tinjauan pustaka yang dilakukan. Kerangka teoritis adalah hal terakhir yang harus disusun oleh mahasiswa berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dilakukan.

Kerangka teoritis adalah suatu model konseptual yang menjelaskan hubungan antar variable yang akan diteliti. Kerangka teoritis merupakan hasil sintesa dari semua teori dan penelitian terdahulu yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan hipotesis. Metode Penelitian Kombinasi Mixed Methods.

Penelitian Kualitatif: Penjelasan Lengkap

Jogjakarta: Alfabeta. You are commenting using your WordPress. You are commenting using your Google account. You are commenting using your Twitter account. You are commenting using your Facebook account. Notify me of new comments via email. Notify me of new posts via email. Melakukan evaluasi terhadap material yang didapatkan, mana yang relevan dan mana yang tidak dengan penelitian yang akan dilakukan.

Literatur yang dipilih harus relevan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Dalam menuliskan tinjauan pustaka, ikutilah cara menuliskan informasi yang didapat dari hasil karya orang lain. Salah satu metode yang digunakan dalam melakukan citation atau mengutip hasil karya orang lain adalah cara mengutip yang ditetapkan oleh American Psychological Association APA.Apakah dalam berwawancara harus dengan menggunakan informan berjumlah ganjil?

Pengunjung yang baik pasti meninggalkan komentar yang bijak dan membangun, terimakasih. Umunya wawancara sering diidentikan dengan kegiatan wartawan untuk memperoleh informasi dari berbagai narasumber. Wawancara dalam sebuah penelitian juga diperuntukan untuk memperoleh informasi dari para narasumber yang nantinya informasi tersebut akan dijadikan sebagai data penelitian.

Menurut Sugiyono [] Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka maupun dengan menggunakan telepon.

Menurut Esterberg [dalam Sugiyono, ] Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Macam-Macam Wawancara: Wawancara Terstruktur.

Digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam teknik ini peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannyapun telah dipersiapkan.

Dalam wawancara ini setiap responden diberikan pertanyaan yang sama. Alat bantu yang dapat digunakan dalam wawancara antara lain tape recorder, gambar brosur dan sebagainya. Wawancara Semiterstruktur. Pelaksanaan wawancara ini lebih bebas jika dibandingkan dengan Wawancara terstruktur.

2002 saab 9 3 stereo wiring diagram diagram base website

Tujuan wawancara jenis ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang wawancarai di minta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini pendengar secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber. Wawancara Tak Terstruktur. Adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data.

Pedoman yang digunakan dalam wawancara jenis ini hanyalah berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Langkah-Langkah Wawancara Lincoln And Guba Sebagaimana dikutip dalam Faisal dalam Sugiyono,mengemukakan ada tujuh langkah dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu: Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan.

Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan. Mengawali atau membuka alur wawancara. Menginformasikan iktisar hasil wawancara dan mengakhirinya. Menulis hasil wawancara kedalam catatan lapangan. Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh. Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara Patton sebagaimana dikutip Melleong dalam Sugiyono, menggolongkan enam jenis pertanyaan yang paling berkaitan yaitu: Pertanyaan yang berkaitan degan pengalaman.

Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.


Share this Post

Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*